
pada waktu, biarlah waktu mengukirmu
aku pernah peduli tentang ragamu
jumlah uban dan keriput di wajahmu
jangan pernah menyesal melahirkanku
waktupulalah yang mengikis ingatanku
melupakan bentuk ragamu
memoriku telah penuh dari pertualangan
aku telah membuang ingatan lama
mungkin itu sebagian dari bentuk ragamu
diantara laut dan pulau yang pernah kusinggahi
satu ingatan yang kusemai dalam darah
perihal tentangmu
keindahan kemurnian hatimu
tak terlupakan, walau segenap semesta kujelajahi Ferdinaen Saragih (2008: Ruang Dunia).
Puisi Lainnya
wuuiihhh,... kang Ferd, jujur nih, puisi ini cantik sekali ....
menyentuh gan kata2nya,btw thank dah berkunjung
manis sekali puisinya Sob...
puisinya menyentuh kalbu bung
Tulis Komentar
Home » Puisi » Puisi Mesra untuk Ibu
Silahkan Berkomentar! No SPAM, No LINK, No URL pada isi komentar atau di Delete. Pilih Name/Url, untuk memasukkan link. Artikel bisa di copy-paste, Pastikan menulis sumber dan penulisnya. Terimakasih.